Breaking News
Showing posts with label Berkebun. Show all posts
Showing posts with label Berkebun. Show all posts

Thursday, 26 May 2016

Cara Menanam Wortel Organik Di Halaman Rumah Sendiri

Cara Menanam Wortel Organik Di Halaman Rumah Sendiri - Jika Anda belum pernah berkebun, pasti akan berpikir bahwa menanam sayuran tidak mungkin dilakukan di halaman rumah.  Apalagi Anda tinggal di pemukiman kota yang umumnya memiliki lahan sempit, dan telah tertutup pavin block, conblock atau lantai semen.  Anda pasti juga berpikir bahwa sayuran sawi hijau, sawi putih, bunga kol, brokoli, caesin, selada, dll. hanya bisa ditanam di daerah pegunungan.
Sebetulnya sayuran dapat ditanam di mana saja. Memang setiap sayuran mempunyai daerah hidupnya masing-masing, ada yang di dataran rendah, sedang atau juga di dataran tinggi, jadi apabila kita mau mencoba menanam tanaman sayuran sesuaikan dengan kondisi daerah kita. Kitapun boleh menanam sayur sesuai selera kita yang pastinya hasilnya pun akan berbeda karena ya kadang tidak sesuai dengan daerah tumbuhnya. Tidak ada salahnya kalau kita mencoba.

Untuk penanaman di halaman rumah pilih lahan dihalaman yang mendapatkan sinar matahari cukup, sehingga tanaman yang kita tanam dapat tumbuh dengan baik. Bila lahan tersebut telah ditutup pavin atau conblock Anda bisa menanam dengan pot, polybag atau paralon.  Menanam sayuran sangat mudah, semudah menanam dan memelihara tanaman bunga, hanya membutuhkan sedikit pengetahuan dan perhatian dalam pemeliharaan.  Saran saya pake pot atau polibag karena praktis dan pastinya bisa di pindah-pindah sesuai keinginan kita.

Tanaman sayuran daun pada umumnya tumbuh dengan baik jika mendapat penyinaran matahari lebih dari 6 jam /hari. Tanaman sayuran tidak tahan kekeringan dan tidak tahan air yang berlebihan. Selain itu sayuran daun juga sangat disukai hama kepik, belalang dan ulat.   Namun jika kita tekun dalam pemeliharaan tentu hal tersebut bukan menjadi masalah bagi kita. Selama halaman rumah kita mendapatkan sinar matahari dan mendapatkan suplai air serta pupuk yang cukup, tentu tanaman sayur dapat tumbuh dengan baik pula. 

Orang tidak akan heran ketika melihat tanaman sayuran tumbuh di daerah pegunungan, namun akan heran ketika melihat di halaman rumah Anda terdapat tanaman sayuran yang tumbuh segar.  Tentu menjadi kebanggaan tersendiri memiliki kebun sayur yang dikagumi oleh setiap orang yang melihat tanaman kita.     

Menikmati pertumbuhan tanaman dan hasil sayuran dari halaman rumah, merupakan sensasi nyata berkebun,  bahwa Anda benar-benar bisa makan sayuran dari hasil kerja Anda.

Apa keuntungan budidaya sayuran di Halaman Rumah Sendiri?
Keluarga Anda setiap hari tentu membutuhkan sayuran sebagai sumber serat dan vitamin bagi keluarga. Selama ini Anda mudah memperoleh sayuran dengan membeli di pasar tradisional, warung, tukang sayur atau mall disekitar anda tinggal. Tetapi apakah Anda pernah berpikir bahwa sayuran yang anda beli telah bebas dari residu bahan kimia?

Bukan berarti kita menilai sayuran yang di pasaran selalu memiliki kualitas yang buruk bagi kesehatan,  namun jika kita amati dari tampilan fisik sayuran yang begitu segar dan tanpa ada bekas serangan hama ulat atau yang lain, justru membuat kita berpikir apakah sayuran tersebut ditanam tanpa penyemprotan pestisida?

Jika Anda ragu tentu sekarang menjadi pertimbangan bagi anda untuk memulai untuk mencoba berkebun sayuran sendiri.  Kita bisa meyakini bahwa sayuran yang kita tanam layak dikonsumsi oleh keluarga yang kita cintai. Dengan mengupayakan kebun sayur secara organik, sayuran yang dihasilkan dari kebun menjadi sumber gizi yang sehat.

Keuntungan lain dari berkebun di halaman rumah adalah kita senantiasa dapat menikmati keindahan halaman rumah kita, sebagai pengganti wisata alam bagi keluarga kita. 

Sebaiknya dimana Anda dapat menempatkan kebun sayur?
Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan untuk membuat kebun sayuran di halaman rumah Anda, dengan mempertimbangkan beberapa persyaratan berikut : 
  1. Usahakan lahan tidak jauh dari sumber air untuk penyiraman tanaman, sehingga memudahkan Anda dalam perawatan tanaman.
  2. Jika dimungkinkan tempatkan kebun pada lahan berdekatan dengan ruang santai keluarga, sehingga dapat memberikan suasana rilek bagi keluarga.
  3. Letakan tanaman pada lahan yang leluasa sehingga tidak mengganggu lalu lintas aktifitas keluarga.
  4. Bila dilingkungan Anda banyak yang memelihara ternak ayam lepas kandang, usahakan lokasi kebun diberi pagar sehingga ternak tidak bisa masuk pada kebun dan merusak tanaman.
  5. Sebaiknya Anda menggunakan media tanaman dengan polybag, pot, pipa paralon, talang paralon, atau bambu untuk mempermudah penataan kebun dan mengoptimalkan lahan.
Read more ...

Friday, 23 October 2015

Cara Menanam Cabe Dalam Pot

Cara Menanam Cabe Dalam Pot

Tips And Trick

Salam Smangat Belajar 

Cara menanam cabe dalam pot atau polybag cukup mudah dilakukan. Menanam cabe bisa dilakukan baik di dataran tinggi maupun dataran rendah. Secara umum menanam cabe bisa dilakukan pada ketinggian 0-2000 meter diatas permukaan laut. Suhu optimal bagi tanaman cabe ada pada kisaran 24-27oC, namun masih bisa tahan terhadap suhu yang lebih dari itu. Sifat tersebut tergantung dari jenis varietas cabe.

Salah satu jenis cabe yang cocok untuk ditanam di pekarangan adalah cabe kerting. Jenis ini relatif lebih tahan terhadap iklim tropis dan rasanya pedas banyak disukai di pasaran. Berikut ini kami paparkan tentang cara menanam cabe keriting dalam polybag.

Pemilihan benih

Di pasaran banyak macam varietas cabe keriting, mulai dari hibrida hingga varietas lokal. Cara menanam cabe lokal dan hibrida tidak mempunyai perbedaan yang berarti. Hanya saja beberapa cabe hibrida dianjurkan dirawat dengan produk-produk obat-obatan tertentu. Varietas hibrida banyak didatangkan dari Taiwan dan Thailand, sedangkan varietas lokal banyak ditanam di Rembang, Kudus, hingga Tanah Karo, Sumatera Utara.

Penyemaian benih

Cara menanam cabe dalam polybag sebaiknya tidak langsung dilakukan dari benih atau biji. Pertama-tama benih cabe harus disemaikan terlebih dahulu. Proses penyemaian ini gunanya untuk menyeleksi pertumbuhan benih, memisahkan benih yang tumbuhnya kerdil, cacat atau berpenyakit. Selain itu juga untuk menunggu kesiapan bibit sampai cukup tahan ditanam di tempat yang lebih besar.

Tempat persemaian bisa berupa polybag ukuran kecil (8×9 cm), daun pisang, baki (tray) persemaian, atau petakan tanah. Untuk melihat lebih detail silahkan baca cara membuat media persemaian. Cara yang paling ekonomis adalah dengan menyiapkan petakan tanah untuk media persemaian.

Buat petakan tanah dengan ukuran secukupnya, campurkan kompos dengan tanah lalu aduk hingga rata. Butiran tanah dibuat sehalus mungkin agar perakaran bisa menembusnya dengan mudah. Buat ketebalan petakan tersebut 5-10 cm, diatasnya buat larikan dengan jarak 10 cm.

Masukkan benih cabe dalam larikan dengan jarak 7,5 cm kemudian siram untuk membasahi tanah dan tutup dengan abu atau tanah. Setelah itu tutup dengan karung goni basah selama 3-4 hari, pertahankan agar karung goni tetap basah. Pada hari ke-4 akan muncul bibit dari permukaan tanah, kemudian buka karung goni. Sebaiknya petakan ditudungi dengan plastik transparan untuk melindungi bibit cabe yang masih kecil dari panas berlebih dan siraman air hujan langsung. Tanaman cabe siap dipindahkan ke polybag besar setelah berumur 3-4 minggu, atau tanaman telah mempunyai 3-4 helai daun.

Penyiapan media tanam

Pilih polybag yang berukuran diatas 30 cm, agar media tanam cukup kuat menopang pertumbuhan tanaman cabe yang rimbun. Selain polybag, bisa juga digunakan pot dari jenis plastik, semen, tanah, atau keramik. Atau bisa juga menggunakan wadah-wadah bekas yang tidak terpakai lagi, beri lubang pada dasar wadah untuk saluran drainase.

Cara menanam cabe dalam polybag bisa menggunakan media tanam dari campuran tanah, kompos, pupuk kandang, sekam padi, arang sekam, dan lain-lainnya.

Beberapa contoh komposisi media tanam diantaranya adalah (1) Campuran tanah dengan kompos dengan komposisi 2:1, (2) Campuran tanah, pupuk kandang, dan arang sekam dengan komposisi 1:1:1, atau (3) Campuran tanah dan pupuk kandang dengan komposisi 2:1. Apabila menggunakan pupuk kandang, sebaiknya pilih pupuk yang telah matang. Lihat jenis dan karakteristik pupuk kandang
.
Buat media tanam sehalus mungkin dengan cara mengayaknya. Campurkan sekitar 3 sendok NPK dalam setiap polybag. Aduk hingga campuran tersebut benar-benar rata. Lapisi bagian dalam polybag dengan sabut kelapa, pecahan genteng, atau pecahan styrofoam. Gunanya agar air tidak menggenangi daerah perakaran tanaman.
Cara menanam cabe dalam pot

Pemindahan bibit

Setelah bibit tanaman dan media tanam siap, pindahkan bibit tanaman cabe dari tempat persemaian kedalam polybag. Lakukan pekerjaan ini saat pagi hari atau sore hari, dimana matahari tidak terlalu terik untuk menghindari stres pada tanaman.

Lakukan pemindahan bibit dengan hati-hati, jangan sampai terjadi kerusakan pada perakaran tanaman. Buat lubang tanam pada polybag sedalam 5-7 cm. Apabila persemaian dilakukan di atas polybag atau daun pisang, copot polybag dan daun pisang lalu masukan seluruh tanah dalam tempat persemaian kedalam lubang tanam. Apabila persemaian dilakukan di atas petak tanah atau tray, pindahkan dengan tanah yang menempel pada perakaran dan masukkan kedalam lubang tanam.

Pemeliharaan dan perawatan

  • Pemupukan, berikan pemupukan tambahan dengan dosis satu sendok makan NPK per polybag setiap bulannya. Atau apabila ingin menanam cabe secara organik, sebagai gantinya semprotkan pupuk organik cair pada masa pertumbuhan daun dan pertumbuhan buah. Tambahkan satu kepal kompos atau pupuk kandang kambing pada saat tanaman mau berbuah.
  • Penyiraman, tanaman cabe sebaiknya disiram sekurang-kurangnya 3 hari sekali. Apabila matahari bersinar terik, siram tanaman setiap hari.
  • Pengajiran, setelah tanaman cabe tumbuh sekitar 20 cm, berikan ajir bambu. Ajir ini berguna untuk menopang tanaman agar berdiri tegak.
  • Perompesan, tunas-tunas muda yang tumbuh di ketiak daun sebaiknya dihilangkan (dirompes). Perompesan dimulai pada hari ke-20 setelah tanam, perompesan biasanya dilakukan tiga kali hingga terbentuknya cabang. Gunanya agar tanaman tidak tumbuh kesamping ketika batang belum terlalu kuat menopang.
  • Hama dan penyakit, penggunaan pestisida sebaiknya hanya dilakukan apabila tanaman terlihat terserang hama atau sakit. Apabila terlihat ada hama putih semprot dengan pestida, bila terlihat ada bakal ulat semprot dengan insektisida secukupnya, kalau terlihat jamur gunakan fungisida. Untuk bercocok tanam cabe organik gunakan pestisida alami.
cara-menanam-cabe

Pemanenan

Umur cabe dari mulai tanam hingga panen bervariasi tergantung jenis varietas dan lingkungan. Masa panen terbaik adalah saat buah belum sepenuhnya berwarna merah, masih ada garis hijaunya. Buah seperti ini sudah masuk bobot yang optimal dan buah cabe masih bisa tahan 2-3 hari sebelum terjual oleh pedagang di pasar. Waktu panen sebaiknya dilakukan pada pagi hari setelah embun kering. Hindari waktu panen pada malam dan siang hari.
cara menanam cabe ini cocok diterapkan pada pertanian skala kecil atau lahan pekarangan. Bisa diterapkan juga untuk pertanian vertikultur atau urban farming. Semoga bermanfaat. Salam Smangat Belajar

Sumber : alamtani.com

Read more ...
Designed By